Halaman

Selasa, 17 September 2013

Dragon Ball Z: Battle of Gods (2013)

Dragon Ball Z: Battle of Gods (2013)


Source: BRRip
dragon-ball-z-battle-of-g.jpg


Released
CountryJapan
Language
Japanese
Genre
DirectorMasahiro Hosoda
Writers
Akira Toriyama (manga),Akira Toriyama (original author), 1 more credit »
Starcast




Review:
Seperti diketahui oleh banyak penggemar komik dan anime, Dragon Ball merupakan salah satu komik legendaris Jepang yang sangat digandrungi. Akibatnya, banyak versi cerita di luar komik yang diusung oleh orang-orang selain Akira Toriyama, sang pengarang. Beberapa film anime yang hadir sempat menyesuaikan cerita komik di dalamnya. Hingga belakangan, terdapat serial anime berjudul Dragon Ball GT yang didaulat sebagai sequel Dragon Ball versi anime.

Sayangnya, meski dianggap sebagai sequel, isi cerita didalam serial tersebut ternyata tidak sesuai dengan keinginan sang pengarang. Dan demi meluruskan kisah yang sebenarnya, Akira pun akhirnya turun tangan membuat anime terbarunya dalam sebuah format film berjudul Dragon Ball Z: Battle of Gods.

Lewat film ini, Akira Toriyama mendapat peran yang besar untuk menyusun naskah cerita, desain hingga penulisan layar. Seperti dilansir Anime News Network pada 28 Februari 2013, film ini mengambil tema The Lost Decade sebagai cerita utamanya.

Ya, "Dragon Ball Z"  menampilkan kisah 10 tahun setelah Goku berhasil mengalahkan Buu. Goku juga harus kembali menghadapi "Pertandingan Beladiri Sejagat" yang akan diselenggarakan untuk ke-28 kalinya.
DBZgods10.jpg

dragon-ball-z-battle-of-gods-goku-bils-g

1371806456-image-goku-god.jpg




Download  Single Link
Jenis : AVI
Resolusi: 400 x 248
Ukuran : 137 mb
Durasi : 1 Jam - 25 Menit - 58 Detik
Source : BRRip 
Download Via Tusfiles.net

Download Via Sharebeast
Download Via HUGEfiles
Download Via UppIT.com


Subtitle
 :

Nama File : dragon-ball-z-battle-of-g.zip
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format: SUB & SRT
Subtitle By: dennyhajime

The Croods (2013)

The Croods
(2013)

Source: BRRip, WEB-DL, HDRip & TSRip
the-croods-2013-bluray.jpg
zvbzx21.png
Released
2013
CountryUSA
Language
English
Genre
Directors

Kirk De MiccoChris Sanders
Writers
Chris Sanders(screenplay), Kirk De Micco (screenplay), 3 more credits »
Starcast Nicolas CageRyan ReynoldsEmma Stone,Catherine Keener  | See full cast and crew





Review:
Disutradarai oleh Kirk DeMicco (Space Chimps, 2008) dan Chris Sanders (How to Train Your Dragon, 2010) dengan naskah cerita yang juga mereka tulis sendiri, The Croods akan membawa para penontonnya ke masa prasejarah dan berpetualang bersama keluarga Croods yang berisi sang ayah, Grug (Nicolas Cage), sang ibu, Ugga (Catherine Keener), puteri tertua mereka, Eep (Emma Stone), putera mereka, Thunk (Clark Duke), bayi perempuan, Sandy (Rhandy Thom), serta sang nenek, Gran (Cloris Leachman).

Dikisahkan, keluarga Croods adalah salah satu dari sedikit keluarga di masa tersebut yang mampu bertahan terhadap kondisi lingkungan yang terus-menerus berevolusi. Kesuksesan itu sendiri dapat terwujud karena aturan keras Grug yang ia terapkan pada setiap anggota keluarganya: harus selalu memiliki rasa takut, jangan pernah keluar dari gua tampat mereka hidup khususnya di malam hari serta jangan pernah memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru yang mereka temui.

Tentu saja, walaupun dimaksudkan untuk sebuah tujuan yang baik, berbagai peraturan yang diterapkan Grug tersebut telah membuat keluarganya hidup dalam ruang gerak yang terbatas. Hal ini lama kelamaan membuat gerah Eep – yang berbeda dari keluarga dan kebanyakan manusia prasejarah lainnya, memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa terhadap banyak hal yang ia temui di lingkungannya.

Suatu hari, Eep bertemu dengan Guy (Ryan Reynolds), seorang pemuda yang kemudian mengungkapkan bahwa dunia sedang mengalami banyak goncangan dan menuju masa kiamat. Panik, Eep lantas memberitahukan hal tersebut pada ayahnya – yang jelas-jelas kemudian berpendapat bahwa hal tersebut hanyalah bualan saja.

Namun, ketika serangkaian getaran hebat menghancurkan lingkungan serta gua tempat mereka tinggai, Grugg, Eep dan seluruh keluarga mereka terpaksa harus turut serta dalam petualangan hidup untuk dapat mempertahankan posisi mereka di muka Bumi.

The Croods pada dasarnya adalah sebuah kisah perjalanan satu keluarga dimana dalam perjalanan tersebut mereka akan menghadapi berbagai tantangan yang akan menguji daya tahan mereka sebagai manusia terhadap lingkungannya yang sedang berubah dan, yang paling penting, kekuatan mereka sebagai sebuah kesatuan keluarga.

Walt Disney atau Pixar mungkin akan mampu menemukan celah sentimental pada premis tersebut untuk dihadirkan pada penontonnya namun DeMicco dan Sanders seperti terkesan menyampingkan berbagai hal yang berhubungan dengan sisi emosional dan hanya murni tampil bercerita di sepanjang presentasi film ini. Bukan bermaksud untuk mengatakan The Croods adalah sebuah presentasi yang gagal. Setidaknya DeMicco dan Sanders memiliki jajaran pengisi suara yang sangat solid untuk mampu menghidupkan setiap karakter yang berada di dalam jalan cerita film ini.

Emma Stone mampu mengalirkan kepribadiannya yang begitu mudah untuk disukai melalui karakter Eep yang selalu memiliki rasa ingin tahu. Ryan Reynolds juga berhasil menghidupkan karakter Guy menjadi sosok yang begitu mudah untuk disukai – walau DeMicco dan Sanders sama sekali tidak pernah menjelaskan latar belakang kehadiran karakternya. Namun tetap saja, adalah Nicolas Cage yang menjadi perhatian utama dari film ini. Kharisma Cage yang begitu kuat mampu membuat karakter Grug tampil berpengaruh di setiap adegan.

DeMicco dan Sanders juga mampu mewujudkan berbagai fantasi mereka tentang kehidupan di masa prasejarah lewat tatanan visual yang begitu mengagumkan. DeMicco dan Sanders harus diakui mampu menghadirkan konsep yang begitu unik mengenai kehidupan di masa prasejarah. Fantasi mereka tentang berbagai flora dan fauna yang hidup di masa tersebut benar-benar mampu mencuri perhatian dan berkat tata visual yang begitu spektakuler – lengkap dengan sentuhan 3D yang bekerja dengan baik dan akan mengingatkan banyak penontonnya mengenai keindahan Avatar (2009), The Croods mampu tampil sebagai film animasi yang memiliki kualitas tata produksi yang mengesankan.

Hadir dengan tata produksi yang begitu mengesankan secara keseluruhan serta dukungan jajaran pengisi suara yang mampu menghidupkan setiap karakter yang ada di dalam jalan cerita film ini dan membuat mereka menjadi lebih menarik, The Croods seringkali terlihat berjuang untuk menjadi lebih dari sekedar road movie standar yang menghadirkan tantangan bagi karakter-karakternya sebelum akhirnya mereka tiba di tujuan akhirnya.
Sumber
The-Croods_1.jpg

thecroodssneakpeek-11413.jpg

1167224_The-Croods-2.jpg



Download 2 Part BRRip:


Nama File :
The Croods - Part I (63 mb)
The Croods - Part II (55 mb)
Jenis : AVI
Durasi : 1 Jam - 38 Menit - 34 Detik
Source : BRRip
Alternatif  : Part IPart II


Subtitle

Nama File : brrip-the-croods.zip
Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Lebah Ganteng













Download 1 Part WEB-DL:


Nama File : The Croods
Jenis : AVI
Ukuran: 143 mb
Durasi : 1 Jam - 37 Menit - 53 Detik
Source : WEB-DL
Alternatif  : Link 1Link 2Link 3Link 4Link 5,
NOTE : WEB-DL Gambar & Suara jernih, layak download.


Subtitle

Nama File : web-dl-the-croods.zip
Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: josephermlase




Download 2 Part HDRip:


Nama File :
The Croods - Part I (63 mb)
The Croods - Part II (54 mb)
Jenis : AVI
Durasi : 1 Jam - 37 Menit - 53 Detik
Source : HDRip
Alternatif  : Part IPart II
NOTE : HDRip Gambar & Suara jernih, layak download.



Subtitle

Nama File : 2-part-hdrip-the-croods.zip
Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: josephermlase




Download [TS]:


Nama File :
The Croods - Part I (56 mb)
The Croods - Part II (50 mb)
Jenis : AVI
Durasi : 98 Menit
Source : TSRip
Alternatif  : Part IPart II
NOTE : TS Kualitas Gambar dan Suara Video buruk Tidak disarankan didownload.



Subtitle

Nama File : ts-the-croods.zip
Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: fanfan

Monsters University (2013)

Monsters University
(2013)

Source: HDRip & TS 
monsters-university-3d.jpg

Released
CountryUSA
Language
English
Genre
DirectorDan Scanlon
Writers
Dan Scanlon (story),Daniel Gerson (story), 4 more credits »
Starcast Billy CrystalJohn GoodmanSteve Buscemi | See full cast and crew  





Review:
When it comes to Pixar Animation Studios, everyone comes with an unreasonable high expectation. Tidak salah. Semenjak memulai petualangan mereka dengan Toy Story (1995) dan kemudian menghadirkan film-film semacam Finding Nemo (2003), The Incredibles (2004), Ratatouille (2007), WALL-E (2008), Up (2009) hingga Toy Story 3 (2010) yang tidak hanya menjadi favorit banyak penonton namun juga mengubah cara pandang kebanyakan orang terhadap film animasi, Pixar Animation Studios telah menjadi artis standar tersendiri atas kualitas produksi sebuah film animasi.

Tidak mengherankan jika ketika Pixar Animation Studios merilis film-film seperti Cars 2(2011) dan bahkan Brave (2012) yang berkualitas menengah (baca: cukup menghibur namun jauh dari kesan istimewa), banyak penonton yang mulai meragukan konsistensi rumah produksi yang kini berada di bawah manajemen penuh Walt Disney Pictures tersebut dalam kembali menghadirkan film-film animasi yang berkelas.

Not wrong… but quite silly. Sebagai sedikit pengingat: Pixar Animation Studios sama sekali belum pernah menghasilkan film-film yang berkualitas benar-benar buruk. Jika Cars (2006),Cars 2 ataupun Brave dirilis oleh rumah produksi animasi lainnya, tiga film animasi tersebut kemungkinan besar akan mendapatkan kredit lebih atas kekuatan penceritaannya.

Anyway… Monsters University, yang merupakan prekuel dari Monsters, Inc. (2001), juga sepertinya akan mendapatkan reaksi yang sama dengan tiga film tersebut. Harus diakui, Monsters University hadir dengan kualitas penceritaan yang biasa saja – bahkan, jika dibandingkan dengan film pendahulunya, Monsters University terasa kehilangan begitu banyak sentuhan humanisnya.

Tapi apakah hal tersebut membuat Monsters University menjadi sebuah presentasi yang buruk? Hardly. Mungkin terasa terlalu familiar, namun film arahan Dan Scanlon ini jelas masih memiliki banyak taji yang akan mampu membuat banyak penonton merasa jatuh cinta pada karakter Mike dan Sully – bahkan jika mereka belum pernah menyaksikan Monsters, Inc..

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Scanlon bersama Daniel Gerson dan Robert L. Baird, Monsters University membawa kembali penontonnya ke masa dimana Michael “Mike” Wazowski (Billy Crystal) baru saja memasuki masa perkuliahannya di Monsters University dalam memenuhi impiannya di masa kecil untuk menjadi seorang monster yang mampu memberikan rasa takut kepada anak-anak kecil.

Permasalahan utamanya adalah… Mike sama sekali tidak memiliki kondisi fisik yang menakutkan. Hasilnya, meskipun Mike dengan mudah menyerap berbagai ilmu mengenai tata cara menakuti seorang anak dengan baik, Mike tetap dipandang sebelah mata oleh dekannya, Dean Hardscrabble (Helen Mirren), serta kebanyakan rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Berbeda dengan Mike, James P. “Sully” Sullivan (John Goodman) terlahir dari klan monster yang telah terkenal kelegendarisannya dalam hal menghasilkan rasa takut. Bahkan tanpa mempelajari berbagai trik menakuti yang diberikan di Monsters University, Sully dapat dengan mudah menakuti setiap anak kecil yang ia jumpai dengan raungannya dengan tegas dan kuat.

Dengan perbedaan tersebut diantara mereka, jelas dapat dimengerti mengapa Mike dan Sully awalnya begitu saling tidak menyukai satu sama lain. Namun, ketika Dean Hardscrabble kemudian memberikan mereka sebuah tantangan yang dapat mengancam posisi mereka di Monsters University, Mike dan Sully terpaksa harus menyingkirkan perbedaan mereka dan mulai saling bekerjasama untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Well… memang benar… Sama sekali tidak ada yang istimewa dalam jalan penceritaan Monsters University – yang pada dasarnya merupakan kisah perseteruan antara kelompok jocks dan nerds di bangku kuliah yang kemudian mendapatkan penyesuaian cerita untuk dihadirkan bagi para penonton muda.

Konsep-konsep mengenai dunia monster yang pernah disajikan dalam Monsters, Inc. jelas tidak lagi menjadi kejutan cerdas ketika kembali dihadirkan dalam Monsters University. Dan jika Anda adalah salah satu penonton yang mengharapkan untuk mendapatkan sentuhan emosional yang memuncak – sehingga dapat membuat Anda menangis – ketika memilih untuk menyaksikan Monsters University, maka Anda kemungkinan besar akan kecewa dengan presentasi Dan Scanlon untuk film ini.

Benar bahwa Monsters University adalah sebuah film tentang rasa persahabatan dan berbagai hal yang terjadi di dalamnya, namun Scanlon sepertinya lebih memilih untuk berfokus pada sisi bersenang-senang dari rasa persahabatan tersebut daripada menghadirkan sebuah usaha untuk membuat penontonnya menangis akibat rasa haru.

Tapi, sekali lagi, Monsters University, bukanlah sebuah presentasi yang buruk dan jelas akan sulit untuk dibenci oleh penontonnya. Seperti halnya film-film hasil produksi Pixar Animation Studios, Monsters University masih dilengkapi dengan tampilan visual yang begitu memikat. Semenjak lama, Pixar Animation Studios memang telah berhasil mengaburkan (bahkan menghapus) batas antara sebuah film animasi dengan sebuah film live-action – realitas dan ilusi.

Hal yang sama juga terjadi pada Monsters University. Meskipun penonton disajikan dengan karakter-karakter yang begitu berwarna dan jelas tidak akan pernah hadir dalam kehidupan nyata, adalah sangat mudah untuk terlupa bahwa presentasi yang sedang tersaji adalah sebuah film animasi akibat kemampuan Pixar Animation Studios dalam menghadirkan detil gambar yang memukau serta tata kamera yang begitu hidup dalam mengikuti setiap pergerakan karakternya.

Kemampuan Scanlon bersama Daniel Gerson dan Robert L. Baird dalam menghadirkan dialog-dialog yang cukup cerdas serta dipenuhi deretan humor yang terasa segar dan menghibur juga layak diberikan kredit lebih. Dan yang terlebih utama, para pengisi suara Monsters University berhasil memberikan kehidupan yang begitu kuat bagi setiap karakter yang mereka sajikan.

Billy Crystal dan John Goodman kembali memerankan karakter Mike dan Sully dan hadir dengan chemistry yang begitu terasa erat. Helen Mirren mampu tampil sinis sebagai Dean Hardscrabble. Begitu juga dengan Steve Buscemi yang mengisisuarakan karakter Randall “Randy” Boggs yang dalam Monsters University diberikan sedikit kisah latar belakang mengapa ia menjadi sosok yang antagonis nantinya dalam Monsters, Inc..

Dan masih layaknya film-film persembahan Pixar Animation Studios lainnya, Monsters University juga dibuka dengan kehadiran sebuah film pendek yang berjudul The Blue Umbrella arahan Saschka Unseld. Berbeda dengan film-film pendek produksi Pixar Animation Studios sebelumnya, The Blue Umbrella menghadirkan teknik animasi yang diterapkan pada rekaman fotografi nyata.

Sayangnya, meskipun merupakan sebuah keberhasilan teknis yang sangat menawan – serta ditemani dengan tata musik arahan Jon Brion yang begitu menghipnotis, The Blue Umbrella kurang mampu hadir dalam kualitas penceritaan yang istimewa. It’s nice but otherwise quite forgettable. Pada akhirnya, adalah sangat mudah untuk memberikan penilaian sesaat bagi Monsters University: Anda akan menganggapnya remeh karena tidak sesuai dengan standar tinggi film-film produksi Pixar Animation Studios sebelumnya yang telah Anda tetapkan sendiri atau Anda hanya cukup menikmatinya dan mengalir dengan segala kekonyolan yang dihadirkan Dan Scanlon dalam presentasi Monsters University.

Tidak mudah untuk menyingkirkan ekspekstasi tinggi pada sebuah film karya Pixar Animation Studios, tapi ketika Anda berhasil melakukannya, Monsters University akan cukup mampu menghadirkan waktu-waktu yang sangat menyenangkan untuk setiap penontonnya.
Sumber,
Monsters_University.jpg

monsters-university02.jpg

Monsters-University-Mike-Goes-For-A-Ride


Download [HDRip]

Nama File : Monsters University
Jenis : AVI
Ukuran : 139 mb
Durasi : 1 Jam - 34 Menit - 52 Detik
Source : HDRip
Alternatif : Link 1Link 2Link 3Link 4Link 5,
NOTE : HDRip Gambar & Suara bagus.


Subtitle :

Nama File : hdrip-monsters-university.zip
Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: FiqiAwali












Download [TS 1 Part]


Nama File : Monsters University
Jenis : AVI
Ukuran : 136 mb
Durasi : 1 Jam - 33 Menit - 37 Detik
Source : TS v1
Alternatif : Link 1Link 2Link 3Link 4Link 5,
NOTE : TS Gambar & Suara buruk.


Subtitle :

Nama File : ts-monsters-university.zip
Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: salim666


Download [TS v2  2 Part]

Nama File : 
Monsters University - Part 1
 (56 mb)
Monsters University - Part 2 (58 mb)
Jenis : AVI
Durasi : 1 Jam - 34 Menit - 51 Detik
Source : TS v2
Alternatif : Part 1Part 2
NOTE : TS Gambar & Suara buruk.


Subtitle :

Nama File : 2-part-tsv2-monsters-univ.zip
Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: FiqiAwali